Juara EPL Bakal Gagal Ikut Liga Champion

Pro7bet Juara EPL Bakal Gagal Ikut Liga ChampionPro7bet.net – Baru menyabet kembali gelar juara Liga Premier selama 4 hari, City harus menghadapi ancaman tidak bisa bermain di Liga Champion. City dikabarkan telah melakukan penggelapan dana dan memanipulasi laporan keuangannya pada UEFA. Hal ini disimpulkan setelah dipublikasinya investigasi jurnalis Der Spiegel dalam Football Leaks akhir 2018 lalu.

City kabarnya telah melanggar peraturan Financial Fair Play (FFP) UEFA dengan tidak melaporkan penyokong dana terbesarnya. Selama beberapa tahun terakhir, City telah diketahui menerima sponsor dari Etihad. Besar sponsor yang diterimanya dari maskapai penerbangan tersebut tahun lalu adalah 8 juta poundsterling, dari kesepakatan sebesar 59,5 juta. Sisanya, sponsor dikeluarkan oleh Abu Dhabi United Group (ADUG), grup investasi milik Sheikh Mansour yang membeli City 10 tahun lalu.

Akan tetapi sayangnya, City tidak mempublikasikan hal ini dalam laporan keuangannya. Akibat nya, City harus berhadapan dengan sanksi larangan mengikuti Liga Champion oleh UEFA.

Konflik City dan FFP yang Kedua Kalinya

Ini bukan yang pertama kalinya City berhadapan dengan peraturan Financial Fair Play UEFA. 2014 lalu, City juga telah melakukan pelanggaran peraturan yang mengakibatkannya harus membayar denda 49 juta poundsterling. Jika tuduhan penggelapan sponsor saat ini terbukti, bukan hanya ancaman tidak berlaga di Liga Champion yang diterima City. Klub elit ini bisa didenda dengan jumlah yang lebih tinggi lagi, yakni sekitar $1,5 miliar.

Sejak peraturan FFP diberlakukan, peraturan ini telah menjadi kontroversi di antara klub bola Eropa. FFP menetapkan jumlah sponsor dan uang hadiah yang diterima klub tidak boleh selisih jauh dengan gaji dan harga pemain. Jika sebuah klub menerima sedikit sponsor, itu berarti pemain yang dikontraknya seharusnya bukan pemain dengan harga mahal.

2014 lalu, denda yang dijatuhkan UEFA mengakibatkan City harus mengurangi susunan squad andalannya di musim 2014/2015. Jika terbukti City melanggar peraturan ini, reputasi City akan tercoreng sekali lagi. Hal ini bisa berbuntut pada menurunnya nilai City dalam bursa sponsor sepakbola. Jika kalah dalam arbitrase, City takkan mampu lagi menyewa pemain dengan harga tinggi. Ini akan mematahkan City sebagai klub sepakbola dengan squad pemain termahal di dunia.

Internal City Menolak Tuduhan

Hasil investigasi Der Spiegel membuat UEFA menyita seluruh dokumentasi keuangan City. Termasuk juga email City yang dibajak dalam laporan Der Spiegel. Email ini berisi tentang transaksi penggelapan sponsor antara ADUG dan manajemen City.

Meski UEFA telah memegang bukti tersebut, City bersikeras tidak melakukan pelanggaran FFP. Manajemen City berdalih memiliki bukti-bukti kuat bahwa laporan keuangan yang mereka berikan sudah benar dan lengkap.

“Laporan keuangan yang dipublikasikan Manchester City sudah lengkap dan menyeluruh, tidak ada yang melanggar hukum atau regulasi apa pun.” tukas perwakilan City.

“Tuduhan atas pelanggaran finansial adalah kesalahan dan bukti lengkapnya sudah kami serahkan ke CFCB IC (bidang investigasi keuangan klub sepakbola dunia).”

City juga menambahkan bahwa isu pelanggaran finansial semacam ini dilakukan oleh pihak yang ingin menjatuhkan tim.

“Ini adalah ulah dari pihak-pihak yang ingin merusak reputasi klub kami.”

Saat ini, pihak CFCB IC dan UEFA tengah melakukan investigasi menyeluruh soal bukti yang telah diterima. Proses hukum untuk ini kemungkinan baru bisa dimulai dalam waktu sebulan, sebelum City dihadapkan pada sidang arbitrase UEFA.

Potensi City Gagal Bermain di Liga Champion Musim Depan

Ada setidaknya tiga sanksi yang kemungkinan akan diterima City. Sanksi tersebut yakni denda 1,8 miliar, pemberhentian sementara di bursa transfer, atau larangan mengikuti Liga Champion.

Dua minggu lalu, sebuah sesi pertemuan telah dilakukan UEFA untuk mendiskusikan masalah ini. Panel tersebut dipimpin oleh pimpinan FFP sekaligus mantan perdana menteri Belgia, Yves Leterme. Yves dan timnya dikabarkan telah selesai melakukan investigasi dan siap memublikasikan penemuannya.

Proses arbitrase City dan UEFA kemungkinan baru akan dimulai sebulan ke depan, yakni Juni atau Juli. Biasanya arbitrase semacam ini akan memakan waktu tiga hingga empat bulan. Ini berarti kesempatan City mengikuti Liga Champion tahun ini masih terbuka.

Akan tetapi jika memang terbukti melakukan pelanggaran, City benar-benar akan menghadapi larangan mengikuti Liga Champion pada tahun 2020/2021. Jadi meski City berhasil mengulang juara di Liga Premier tahun depan, squad Pep tidak akan bisa terjun ke Liga Champion.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *